Selasa, 24 November 2015

Keuntungan Belajar Pewayangan


Keuntungan Belajar Pewayangan
(Annisya Nurul H. X MIA 4)

            Pada era seperti sekarang ini, ada banyak cara belajar yang dilakukan oleh siswa dalam memahami suatu mata pelajaran tertentu. Semua itu tergantung pilihan siswa dengan cara setiap hari belajar, atau sistem kebut semalam, dan berbagai macam cara lainnya. Salah satu cara belajar adalah sistem kebut semalam atau lebih dikenal dengan SKS. Cara ini adalah cara yang sering digunakan oleh siswa-siswi. Namun, sistem kebut semalam (SKS) memiliki dampak positif maupun dampak negatif. Dampak negatif cara belajar ini lebih banyak daripada dampak positifnya. Hal seperti ini sudah menjadi kebiasaan bagi orang Indonesia.
            Dampak positif cara belajar pewayangan antara lain sebagai berikut.
1.            Tidak mudah lupa
Dengan cara SKS, materi yang dipelajari semalam akan lebih lama untuk diingat dengan mudah daripada dengan cara menghapal setiap harinya.
2.            Hemat waktu
Hal ini akan lebih membuat seseorang menghemat waktu karena waktu yang digunakan untuk belajar hanya semalam saja dan dapat mengerjakan kegiatan atau tugas lain yang belum terselesaikan.
3.            Bersemangat
Seseorang akan mempunyai semangat yang lebih daripada seseorang yang selalu belajar setiap hari. Hal ini akan mendorong seseorang untuk bersemanagt dalam belajarnya.
4.            Mudah memahami mata pelajaran
Jika seseorang yang memiliki daya ingatan yang lebih daripada orang lain, akan lebih mudah dalam memepelajari dan memahami materi pelajaran hanya dengan belajar semalaman saja.
Jadi, dampak positif cara belajar pewayangan adalah tidak mudah lupa, hemat waktu, bersemangat, dan mudah memahami mata pelajaran.

Selasa, 10 November 2015

BERITA

Semarak Pensi Spesial HUT Smada 2015

(Annisya Nurul Hidayah X MIA 4)

Sabtu (24/10), SMA Negeri 2 Magelang merayakan hari ulang tahunnya yang ke-36 yang dimeriahkan dengan acara mural untuk seluruh kelas XII pada hari Kamis – Sabtu tanggal 15-17 Oktober 2015 , pensi pada hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2015, lomba menghias tumpeng, dan sebagai penutup diadakannya jalan santai seluruh warga SMA N 2 Magelang dan warga sekitarnya pada hari Minggu tanggal 25 Oktober 2015. Pada hari Sabtu, seluruh siswa memakai dresscode bertema Oreo. Oleh karena itu, warna pakaian yang dipakai beraneka ragam warnanya mulai dari putih, merah muda, coklat, ungu, dan lain sebagainya.
Salah satu dari acara yang memeriahkan HUT Smada 2015 yaitu pensi yang diikuti oleh seluruh kelas X sampai kelas XII. Isi dari pensi tersebut adalah drama musikal, menyanyi, flashmop, dan tari tradisional. Seluruh kelas menampilkan salah satu dari pilihan yang sudah disediakan dan kebanyakan memilih dance modern dan menyanyi. Seluruh siswa sangat antusias mengikuti acara pensi tersebut. Dikarenakan hal ini dapat meningkatkan dan mengembangkan kreativitas-kreativitas  anak yang ditampilkan melalui acara pensi tersebut.
Acara pensi tersebut dibuka oleh kepala sekolah SMAN 2 Magelang, Bapak M. Arif Fauzan Bukhori dengan sambutannya dan kemudian dilanjutkan pensi untuk urutan pertama dari kelas XI MIA 5, X MIA 4, dan selanjutnya kelas-kelas lainnya sesuai nomor urutan yang didapat dari masing-masing kelas. Acara tersebut diselingi oleh band-band dari dari dalam sekolah dan dari luar sekolah untuk memeriahkan acara ulang tahun Smada tersebut. Pensi tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 pagi sampai siang hari.
Siswa yang menonton sangat menikmati acara tersebut sampai selasai karena tidak ingin melewatkan penampilan dari kelasnya yang sudah berlatih dari jauh hari sebelum hari tersebut. Diselingi menonton pensi tersebut, biasanya mereka membeli makanan ataupun minuman dari stan-stan yang sudah disediakan di lapangan basket diantaranya seperti soklatis, kimochi, dawet ireng, mie cool, milkshake, siomay, kantin Bu Arum, dan lain-lainnya.
Acara pensi tersebut dapat berjalan dengan lancar mulai dari awal sampai berakhirnya acara tersebut. Jika acara seperti ini dipertahankan, maka akan tubuh kreativitas anak-anak SMAN 2 Magelang yang belum diketahui oleh semua orang.
TEKS LHO

X-MIA 4, KELASKU

(Annisya Nurul Hidayah X MIA 4)

Kelas adalah tempat dimana siswa-siswi belajar di suatu sekolah untuk menuntut ilmu dan saling berinteraksi antara siswa yang satu dengan siswa yang lain untuk lebih mengenal siswa-siswi lainnya.
Salah satu kelas yang ada di SMA N 2 MAGELANG adalah kelas X MIA 4. Kelas X MIA 4 berada di samping kelas X MIA 5 dan dibelakang kelas XII MIA 1. Kelas tersebut dapat dikatakan kelas yang menyenangkan diantara kelas-kelas yang lainnnya karena siswa-siswi yang berada di kelas X MIA 4 mudah untuk diajak bercanda, pintar, sopan terhadap semua orang, saling tolong-menolong, dan jika salah satu siswa ada yang mengalami suatu masalah maka semua siswa merasakannya.
Pekerjaan orang tua yang ada di kelas X MIA 4 berbeda-beda. Mulai dari petani, wiraswasta, PNS, TNI/ POLRI, swasta, dan advokad. Oleh karena itu, siswa-siswi kelas X MIA 4 dapat mengetahui berbagai jenis pekerjaan-pekerjaan yang dimiliki antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya.
Orang tua yang mata pencahariannya sebagai petani ada 3 orang yaitu Desti Andrias Widati, Lestari Widyaningsih, dan Nurul Latifah. Sementara orang tuanya sebagai PNS ada 4 orang, yakni sebagai berikut Annisya Nurul Hidayah, Ayu Nabiha Septiyani, Mirza Abdurozak, dan Shinta Dyah Putri Utami, sedangkan orang tuanya sebagai TNI adalah Feby Milenia Yahya Krisna Putri.
Kebanyakan mata pencaharian orang tuanya adalah wiraswasta ada 12 orang diantaranya Agustian Rahayuningtyas, Ahmad Fatoni, Atharida Salma Nafisa, Bagus Wijayanto, Devi Nurdianti, Eka Nurwulan Hikmasari, dan lain-lainnya.
Ada juga mata pencaharian orang tuanya sebagai swasta ada 8 orang, diantaranya Alya Dwi Maharani, Dwi Puji Lestari, Hermawan Ristu Ramadhan, Masfufah, M. Akbarrodin, Novia Febriyanti, Sekar Latifatul Aliyah, Wahyu Dwi Kurniawati. Ada juga mata pencaharian orang tuanya sebagai advokad yaitu Zahrotul Fitriani.

Dari sekian banyak jenis mata pencaharian, kita dapat mengetahui jika masih banyak jenis pekerjaan yang belum kita ketahui sampai saat ini. Oleh karena itu, dengan adanya data tersebut kita menjadikan kita menambah ilmu tentang macam – macam pekerjaan yang ada.
TEKS ANEKDOT

Pajak

(Annisya Nurul Hidayah X MIA 4)

Pada siang hari di depan rumah, ada dua orang yang sedang duduk dengan santai. Mereka adalah Kang Ojak dan Kang Tris.
“Duh.....aduh......payah, ” kata Kang Ojak dengan penuh rasa kesal.
“Payah kenapa, Kang?” jawabnya dengan nada bertanya-tanya.
“Tiap tahun kita mbayar pajak, tapi apa yang kita dapatkan? ” sahut Kang Ojak dengan nada tinggi.
“Betul juga, Kang! Apakah dalam gedung yang besar itu ada tikus-tikusnya? Kasihan Pak Karno dan Pak Hatta dimakan oleh tikus-tikus itu, ” sahut Kang Tris sambil menyeruput segelas teh hangat yang dihidangkan oleh istri Kang Ojak.
“Mungkin juga. Mereka di depan baik-baik saja tetapi jika di belakang sibuk dengan penghitungan rupiah, ” jawab Kang Ojak dengan nada tegas.
“Pajak itu kan seharusnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Apakah mereka salah mengartikannya dengan Pengambilan uAng Tanpa Ada Kebocoran, ” salut Kang Tris yang serius menanggapi topik perbincangannya dengan Kang Ojak.
“Betul juga kamu, Tris! Sekarang kita juga yang harus menanggung kerugian dari tikus-tikus rakus itu, ” kata Kang Ojak yang menyetujui jawaban dari Kang Tris.
“Kita harus memberantasnya secepat mungkin karena jika dibiarkan begitu saja kapan negara kita disebut menjadi negara maju, ” kata Kang Tris menjelaskan dengan tegasnya.
“Aku setuju denganmu, Tris. Bagaimanapun juga ini adalah negara Indonesia bukan negara para tikus-tikus itu melancarkan aksinya, ” jawab Kang Ojak dengan serius.
Tak terasa, matahari mulai mengelincirkan tubuhnya ke ufuk barat yang menandakan hari mulai menjelang sore dan mereka masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini juga. Oleh karena itu, Kang Tris pamit pulang yang disusul oleh Kang Ojak yang juga masih mempunyai pekerjaan di ladangnya. 
“Aku mau meneruskan pekerjaanku di ladang pasti sudah menumpuk, ” jawab Kang Ojak sambil memasukkan gelasnya yang sudah kosong.
“Saya juga, Kang. Saya juga mau mengambil pesanan makanan di Pak Dolah untuk kegiatan yasinan. Wassalamu’alaikum, Kang, ” salut Kang Tris sambil meninggalkan rumah Kang Ojak.
“Ya,Wa’alaikumussalam.”
Akhirnya mereka melakukan pekerjaan mereka masing-masing sebelum matahari menenggelamkan dirinya di ufuk barat.